Zeta membuka pintu balkon kamar tersebut. Kamar yang sudah cukup lama tidak di tempati nya lagi, sejak peristiwa kecelakaan itu. Ya, di sini lah Zeta sekarang, di rumah keluarga Rahardian, alias rumah Malvin. Terpaan angin malam langsung saja menyambut Zeta, saat pintu balkon itu terbuka sempurna. Zeta menjalankan kursi roda nya, ke tengah balkon. Menatap komplek rumah Malvin dari atas balkon tersebut yang hanya di terangi lampu-lampu jalan yang remang-remang. Zeta seketika tersentak saat merasakan sebuah tangan melingkari leher nya. Tanpa membalik pun Zeta juga sudah tau siapa pemilik tangan kekar tersebut. "Kamu ngapain di sini? Dingin loh." Bisik Malvin tepat di telinga Zeta, membuat gadis itu seketika meremang dan menghindari leher nya dari hembusan nafas Malvin. "Malvin!" Desis Ze
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


