Zeta menatap gusar tumpukan buku-buku tebal yang ada di hadapan nya. Di saat semua orang telah sampai di rumah dan bersantai ria. Dia justru harus berkutat dengan buku-buku perustakaan serta di dalam ruangan yang selalu di anggap nya pengap itu. "Nanti lo lihat aja bagian samping nya. Ada jenis buku sama nomor berapa nya, dan lo samain aja sama yang ada di rak." Jelas seorang gadis berkacamata pada Zeta. Zeta hanya diam tidak merespon apa pun. "Ya udah kalau gitu gue tinggal gak papa kan?" Gadis berkacanata itu masih menatap lekat pada Zeta. Zeta kali ini hanya mengangguk samar, tanpa menoleh pada lawan bicara nya. Setelah kepergian gadis berkacamata itu baru lah Zeta menghela nafas gusar nya. Buku, termasuk hal yang paling di benci oleh Zeta sekarang. Zeta membuka jaket lepis nya da

