Malvin terdiam dengan pandangan kosong lurus ke depan. "Pasien kini berada pada kondisi kritis, mengingat kecelakaan yang di alami nya cukup parah. Ada kemungkinan Zeta akan bangun, tapi---" "Tapi kenapa dok?" Malvin bertanya tidak sabar. "Tapi walaupun nanti pasien sadar. Zeta harus kuat menerima bahwa dia mengalami lumpuh sementara, karna benturan yang cukup kuat di bagian kaki nya." Fakta itu lah yang kini membuat perasaan Malvin tak karuan. Bukan karna dia tidak bisa menerima jika nanti nya Zeta harus lumpuh. Tapi, dia hanya takut, takut jika nanti Zeta bangun dan tidak bisa menerima kenyataan ini. Malvin tidak siap untuk melihat wajah terpukul gadis itu. Mata Malvin seketika memanas saat menyorot sosok Zeta yang terbaring lemah di brankar rumah sakit itu, dengan berbagai alat pen

