EMPAT PULUH EMPAT

3112 Kata

Bagas dan Dafa menatap prihatin ke arah Juna yang sudah tiga hari ini persis seperti orang kehilangan arah. Semenjak Zeta di nyatakan kritis, Juna tak pernah lagi melakukan kegiatan apa pun dia hanya diam duduk di balkon dengan tangan yang memeluk bingkai foto Zeta. Bahkan kemarin, cowok itu mengamuk besar dan melemparkan semua barang yang ada di sekeliling nya, bahkan kini kamar Juna masih seperti kapal pecah. Para asisten rumah tangga tidak ada yang berani membereskan kamar tersebut, karna Juna yang selalu mengunci pintu kamar. Bagas dan Dafa tidak mungkin bisa masuk, kalau Bagas tadi tidak mendobrak paksa pintu kamar sahabat nya itu. Seperti perkiraan awal nya, Juna memang terlihat sangat kacau bahkan lebih parah daripada 2 tahun lalu, saat dia menyakiti Zeta. Bagas menghela nafas ber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN