Siapa pun yang kini melihat kondisi Malvin pasti akan prihatin. Bagaimana tidak, cowok itu berjalan lungkai dengan pandangan kosong ke depan. Bahkan kondisi nya terlihat begitu kacau dan berantakan. Malvin membiarkan kaki nya melangkah memasuki rumah, namun mata nya terus menatap lurus dan kosong ke depan. "Om! Malvin mohon, izinin aku ketemu sama Zeta!" Malvin memohon kepada Rezaldi. Rezaldi menatap sendu ke arah mata Malvin. "Vin! Bukan nya om gak mau. Tapi Zeta sendiri lah yang tidak mau bertemu dengan kamu." "Ya tapi kenapa om?" Malvin mendesah gusar. "Juatru itu yang ingin om tanya kan ke kamu. Kenapa Zeta gak mau ketemu sama kamu? Apa kalian ada masalah?" Malvin diam sejenak, lalu menggeleng lemah. Dia sudah tidak bisa mengompromikan pikiran nya lagi. Hingga sebuah tepukan pel

