Bagian 28

2133 Kata

*** Setelah Victoria puas menangis di halte bus, Martin mengajak gadis itu untuk pergi ke kafe. Lelaki itu selalu hadir ketika Victoria sedang bersedih. Fakta bahwa dia adalah guru dari gadis itu sama sekali tak dipedulikan olehnya. "Bagaimana perasaanmu sekarang?" Tanya Martin pada muridnya. Pria itu menikmati segelas kopi hitam yang ada di tangannya. Ini kedua kalinya mereka berada di kafé. Victoria menghela nafasnya sebentar, Mencoba menenangkan dirinya. "Aku merasa lebih baik sekarang. Terima kasih sapu tangannya. Maaf, Aku merepotkanmu!" Ucap gadis itu. Martin tersenyum simpul. "Tidak apa-apa, Aku sama sekali tidak kerepotan. Kebetulan tadi aku lewat disini. Aku melihatmu lalu mendekat padamu." Jelas pria itu. Victoria terdiam, tidak tahu harus berkata apa lagi. Martin menyadari ket

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN