Victoria tidak pergi ke sekolahnya. Gadis itu memutuskan untuk bertemu dengan mantan kekasih kakaknya. Dia tidak terima kakak perempuannya dicampakkan apalagi dalam keadaan pregnant. Dunia gadis itu begitu rumit, Kakak laki-laki kesayangannya marah dan sekarang Kakak perempuannya berjuang sendirian. Belum lagi masalahnya dengan Martin. Saat dirinya berada di depan apartemen Orlando, gadis itu menghembuskan napasnya. Apartemen itu dulunya tempat kakaknya tinggal. Jadi dia bisa tahu apartemen itu. Tangan kanannya menekan tombol bel. Beberapa kali ia ia memencet tombol bodoh itu. Namun tak ada respon dari dalam. Gadis itu merasa kesal, hampir saja ia pulang. Untungnya Orlando muncul entah dari mana. Pria itu baru pulang dari suatu tempat. Rambut pirang lelaki itu acak-acakan. Belum lagi kaos

