Chapter 28

1144 Kata

Ciuman itu seketika memanas, Bintang melumat bibir istrinya tanpa menyisakan seinchi celahpun. Ran mengerang saat tangan Bintang mulai menggerayangi kulit perutnya. Rasa geli bercampur nikmat kini dirasakan Ran. Apalagi kini tangan sang suami sudah berpindah pada d**a sebelah kiri, meremasnya dengan lembut memberikan efek melayang bagi Ran. Dorongan pelan dari Ran membuat tautan bibir yang tadi tengah melumat panas langsung terlepas. Mereka sama-sama terengah, sedangkan Ran masih terus mendesah karena dadanya masih dipermainkan oleh suaminya. Ciuman Bintang kembali berlanjut, tapi sasarannya adalah leher istrinya, mengecupnya kuat sampai menyisakan tanda merah disana. Dilihatnya hasil karyanya dan tersenyum puas. Ran tak henti-hentinya mendesah bahkan gadis itu mendapatkan pelepasannya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN