Andrew POV “Hei… kita udah sampai,” kataku mencoba membangunkan perempuan yang tertidur di sampingku. “Ehemmm…” Dia hanya menggerakkan kepalanya sedikit. Seolah mengatur agar bisa tidur lebih nyaman. Tidak ada tanda-tanda dia akan bangun dari tidurnya. “Hei… bangun,” kataku lagi. Tetapi, dia terlihat sangat lelah. Mungkin, karena sebelumnya dia minum minuman keras. Jadi dia masih terpengaruh karenanya. Apa lagi, tadi pagi anak buahku juga menculik dia dengan menggunakan obat tidur. Bisa saja, pengaruhnya masih terasa sampai sekarang. “Bos, saya gendong aja ke kamar,” kata Farale yang juga melihat Ajeng tidak kunjung bangun. “Enggak usah. Kamu bukain pintu aja. Biar saya yang bawa dia ke dalam,” kataku. “Siap Bos.” Farale langsung dengan gerak cepat membukakan pintu mobil. Kemudian,

