Ajeng POV “Selamat ya sayang. Kamu akan jadi istri orang sebulan lagi,” kata Kak Kiki sambil mencium keningku. “Selamatnya adik Abang yang paling cantik,” kata Bang Jaka sambil mencubit pelan hidungku. “Aduh… Kakak jadi dilangkahin deh, kamu enggak sabaran banget sih. Tunggu kakak dulu napa?” kata Kak Rendi usil. Tiba-tiba kepala Kak Rendi ditempeleng sama Ayah. “Kamu yang enggak mau nikah, kenapa adeknya yang harus nunggu,” kata Ayah kesal. “Hehehe…” Kak Rendi langsung cengingisan. Sampai sekarang, Kak Rendi memang belum ada niat untuk kejenjang pernikahan. Walau pun, banyak perempuan yang pura-pura main ke rumah, hanya sekedar untuk kenalan dengan Kak Rendi. Tetapi, dia masih tidak tertarik dengan yang namanya perempuan. “Yah, Kak Rendi enggak mau dilangkahin. Ajeng bisa nungg

