BAB 64

1899 Kata

Andrew POV Beberapa hari di rumah sakit memang melelahkan. Saat kondisi mama sudah membaik, dokter pun memberikan izin kepada dirinya untuk beristirahat di rumah. Tidak seperti, perempuan yang satu lagi. Dia pergi begitu saja, di saat aku belum memberikan jawaban apa apa. “Dasar wanita. Sebenarnya, dia mau aku menjawab atau tidak? Buang buang waktu juga memikirkan untuk menikahi dia,” gumamku kesal. Aku masih kesal karena lagi-lagi dia pergi tanpa pamit. Seperti sudah jadi kebiasaan dia saja melakukan hal itu. “Kenapa kamu kesal banget?” tanya mama yang tiba-tiba muncul di belakang diriku. “Mama… kenapa enggak ketuk pintu dulu sih?” kataku terkejut. “Sudah. Kamu nya aja yang enggak dengar,” bela mama. “Oh ya?” “Lagian kamu serius banget sih. Lagi mikirin apa?” tanya mama lagi. “En

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN