Kejadian malam yang kelam itu, ternyata sudah banyak yang mengetahuinya. Namun, mengapa mereka tidak mau menceritakannya kepada diriku. Mengapa mereka malah berbicara di belakangku. Apa salah yang aku perbuat kepada mereka, sehingga mereka tega melakukan itu kepada diriku. “Jeng, kamu jangan salah paham dulu. Aku enggak melakukan apa-apa kok?” Alya mencoba membela dirinya. “Iya Jeng. Aku juga…” Jessy ikut menimpal ucapan Alya. Aku masih belum bisa berpikir dengan sehat. Dua sahabat yang aku anggap sangat lugu dan juga pengertian terhadap diriku, kini berkhianat kepadaku. “Jeng… dengerin cerita aku dulu.” “Maaf ya, pikiranku lagi tidak fokus. Kamu mau bicara apa pun, aku akan menganggap itu sebagai alasan saja.” Aku tidak mau mendengar kelanjutan cerita Alya. Aku pun tidak yakin deng

