BAB 37

1865 Kata

Perjalanan ke Bandung kali ini tidak selancar perjalanan biasanya. Aku pun tidak berharap cepat sampai di sana. “Ajeng?” tiba-tiba seseorang memanggil namaku. Aku langsung merapihkan kondisi rambutnya yang berantakan. Aku juga langsung mengusap sisa air mata yang tidak juga mau berhenti mengalir. “Kamu Ajeng kan?” tanya dia sambil duduk di sampingku. Aku hanya mengangguk dan mencoba mengenal sosok laki-laki yang duduk di sampingku ini. Aku masih merasa wanti wanti, karena sering sekali terjadi kejahatan terhadap penumpang perempuan yang naik bus ini seorang diri.  Namun, aku coba mengingat wajah orang yang sedikit familiar ini. Dan lagi, dia juga menyebut namaku. Walau pun, bisa saja dia tahu saat tadi di terminal. Bang Jaka tadi sempat meneriaki namaku, karena aku meninggalkan handpo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN