Ajeng POV “Aduh kepala aku pusing banget,” kataku sambil memegangi kepalaku. Aku bangun dan duduk di atas tempat tidur. Perasaan, aku pernah mengalami hal ini. Suasana seperti ini sama seperti suasana waktu di Bandung. Aku tiba-tiba bangun di sebuah kamar hotel. Dan ada seorang laki-laki yang berbaring di sampingku. Kemudian, aku pelan-pelan menarik selimut yang menutupi tempat tidur bagian satu lagi. Aku menariknya dengan perasaan ragu. Aku takut, jika yang berada di sampingku adalah Andrew yang tidak mengenakan pakaian. “Aaaaa…” teriakku saat aku belum melihat yang ada di balik selimut. Tetapi, mengapa tidak ada suara. Bahkan, tidak ada yang bergerak juga. Kemudian, dengan memberanikan diri, aku mengintip sesuatu yang tadi aku buku. “Huff… ternyata cuma bantal guling,” kataku lega.

