Seperti yang sudah aku duga. Handphone-ku tidak dapat lagi digunakan. Karena terlalu lama berada di dalam air. Semua nomor-nomor baru pun masih tersimpan di telepon. Belum sempat, aku pindahkan ke kartu. Dan ternyata, handpone-ku sudah tidak bisa hidup sama sekali. Mau tidak mau, aku harus membeli handpone baru. Ini semua gara-gara orang yang bernama Andrew itu. Semoga saja, aku tidak akan berhubungan lagi dengan dirinya. Di saat kebencianku terhadap Andrew semakin mendalam. Tiba-tiba saja, wajahnya muncul di otakku. Wajah paniknya, wajah seksinya, bahkan wajah mesumnya. Dia menari-nari di dalam benakku. Aku bisa gila karenanya. Bahkan, Aku tanpa sadar menggigit bibirku, sewaktu teringat kembali ciuman yang diberikan olehnya. Walau hanya sesaat, namun masih terasa berbekas di bibirku. En

