“Huff… Sampai juga di lantai dua tiga,” kataku dengan napas yang tidak teratur. Saat, aku merasa sudah bisa bernapas dengan normal. Aku pun melihat keluar pintu. Aku melihat ke tempat satpam yang Lestari katakan tadi. Tetapi begitu terkejutnya aku. Saat aku melihat tempat itu kosong. Tidak satu pun orang yang berjaga di sana. Antara senang dan juga khawatir. Aku pun mencoba keluar dari tangga darurat dengan mengendap-endap. Takut-takut ada serangan mendadak. Tetapi, keadaan benar-benar sepi. Lama aku mengendap-endap di depan meja satpam. Namun, tetap tidak ada pergerakan sama sekali. Aku juga melihat kamera CCTV yang terpasang di sana. Aku lihat kameranya mati. Apakah si Lestari ini benar-benar mau membantu aku sampai sebegini nya? Dari pada, aku terus berdiri di depan sini. Aku putus

