Aku terduduk lemas di bangku yang disediakan untuk para tamu. Lobi kantor ini sangat luas, lebih luas dari lapangan futsal. Aku mencoba melihat ke kanan dan ke kiri, mencari jalan supaya aku bisa masuk ke lantai atas. Tiba-tiba, aku melihat seorang cleaning service yang sedang bekerja membersikan lobi yang sudah bersih. Tetapi, dia tetap membersihkannya. “Mas… boleh tanya kamar mandi di mana ya?” kataku saat mendekati si cleaning service itu. “Boleh mbak. Belok kiri, nanti juga ada tanda,” jawabnya. “Makasih ya mas,” kataku. Kemudian, aku pergi ke tempat yang dia tuju. Sayangnya, kamar mandi di sini tidak seperti kamar mandi di mall. Yang terkadang di sampingnya ada ruangan cleaning servicenya. Aku jadi tidak menemukan jalan keluar lagi. Sampai tiba-tiba, anak seorang cleaning service

