BAB 53

1769 Kata

“Mau menari dengan diriku?” Dika mengulurkan tangannya untuk berdansa dengan diriku. “Tapi aku lagi enggak mood,” jawabku. “Bukannya kalau lagi gelisah, kamu salurkan ke tarian?” Yang Dika katakan memang benar. Dulu, di saat aku ada masalah aku memang suka menyalurkannya ke tarian. Saat aku sedang menari, seakan ada Bunda di sekitarku. Tetapi sekarang, tubuhku terasa berat untuk bergerak. Apa beban yang aku pikul sudah terlalu berat? Sehingga badanku terasa berat. “Ayo, kamu tinggal ikutin gerakan aku aja. Kalau perlu kamu tutup matanya, biar kamu bisa lebih tenang,” ajak Dika. “Kita pakai irama yang santai aja.” Dika tetap bersikeras memaksa diriku untuk menari bersama dirinya. Akhirnya, aku menerima uluran tangan Dika. Namun, tiba-tiba Dika mengikat rambutku yang panjang terurai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN