“Ya, kamu lagi di mana? Aku sudah sampe di kafe.” Aku mengirim sebuah pesan singkat untuk Alya. Sejam yang lalu, aku baru saja kabur dari rumah sakit. Orang rumah sakit juga tidak ada yang sadar dengan kepergian diriku. Apalagi Kak Alin dan Bang Roy yang sudah balik ke penginapan. Aku langsung menghubungi Alya untuk menemui ku di kafe tempat kita berkumpul saat reuni. Setelah salat magrib, aku merencanakan kabur dari rumah sakit. Kebetulan saat sampai di depan, langsung tiba sebuah taksi yang baru saja menurunkan penumpangnya. Persis di belakang taksi ada sebuah mobil hitam yang mewah. Aku merasa pernah melihat mobil itu di suatu tempat. Namun, aku tidak punya waktu lama. Jika tidak, orang rumah sakit keburu tahu saat ini aku sudah tidak ada di kamar. “Ya… Aku di sini.” Aku meneriaki se

