Amber keluar dari mobil begitu dirinya tiba di apartemen tempat Laura tinggal. Dirinya kemudian memasang kaca mata hitamnya sebelum melangkah memasuki apartemen. Putrinya itu pasti akan merasa terkejut melihatnya sepagi ini. Atau bisa saja, Laura bahkan belum terbangun. Hal itu tidak masalah bagi dirinya. Amber sudah tidak sabar untuk dapat bertemu putri tercintanya itu. Dirinya telah menanti selama bertahun-tahun untuk hari ini. Langkahnya menuju lift mungkin terlihat anggun namun sebenarnya Amber merasa gugup sekarang. Ketika pintu lift tertutup, dirinya pun menghela napas. Seraya menunggu lift tiba di lantai tempat tujuannya, Amber memainkan ponselnya kemudian menelpon seseorang. "Halo, Tony." Amber menatap pintu lift sejenak. "Ya. Aku sudah dekat. Segera kirimkan surel padaku. Ja

