26

2513 Kata

Shei sama sekali tidak punya semangat hidup, jika bukan karena ada calon bayi di rahimnya, ia pasti akan kuat tidak makan atau hanya makan sekedarnya. Sayangnya ia mengerti jika anak dalam kandungannya butuh gizi. Rasa mual yang kadang mendominasi aktifitas paginya sebisa mungkin Shei tahan. Demi memasukkan asupan tubuhnya. Jika sedang malas makan nasi, ia memilih makan roti atau pun es krim, untuk es krim ia hanya makan sedikit dan sangat terbatas. Ia tau dampak pada berat janinnya jika terlalu banyak mengkonsumsi makanan dingin nan manis itu. Terkadang ia lupa kapan terakhir kali protes makan makanan yang bergizi, setelah sebelumnya kehidupan selama 24 tahunnya dihabiskan dengan makan makanan yang tentu diragukan nilai gizinya. Ia jadi merindukan Alden yang selalu menuntutnya untuk makan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN