Gundukan tanah merah yang telah dibalut rumput gajah itu menyambut kedatangan Shei dan Alden disana. Permintaan Shei adalah ingin mengunjungi makam Raina bersamanya. Wanita itu ingin secara langsung meminta ijin pada almarhum kakaknya soal pernikahan mereka. Walau pastinya tak mungkin menemui kakaknya langsung karena sudah beda alam, setidaknya mengunjungi makam kakaknya sedikit melegakan hati Shei. Shei berjongkok disamping makam kakaknya sambil menaburkan bunga disana dan mengirimkan doa. Ia mengusap nisan yang bertuliskan nama Raina dengan lembut, seakan itu adalah kepala kakaknya sendiri. Ia merindukan wanita mandiri yang dulu selalu menjadi pendengar baik dalam setiap diskusinya soal novel-novel yang dibuatnya dan dibiarkan menumpuk di laptop. Hingga akhirnya setelah kepergian Raina,

