32

1726 Kata

Aluna menggenggam erat tangan mungil milik Nasya. Gadis kecil itu masih terlelap dalam mimpi indahnya. Mungkin baginya, dunia mimpi jauh lebih indah sehingga dia enggan untuk bangun lagi. Yang pastinya di dunia mimpi, Nasya tak perlu merasa sakit lagi. Aluna mengingat lagi  bagaimana perjuangannya dulu saat melahirkan Nasya secara normal dan didampingi Justin. Sebenarnya pria itu sangatlah baik dan bertanggung jawab. Hanya Aluna yang lagi-lagi tak bersyukur dengan apa yang dimilikinya. Dulu, Aluna sempat meminum berbagai obat-obatan demi menggugurkan kandungannya. Segala cara ia coba padahal Justin berjanji akan bertanggung jawab atas perbuatannya. Sampai akhirnya Aluna menyerah, membiarkan janin dalam perutnya berkembang semakin lincah. Sayangnya ia memang jarang memeriksa ke dokter kan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN