Elhaq masih berdiri dengan mengerjap-ngerjapkan matanya bingung, berusaha mencerna omongan Syaqila yang baru saja membuat hatinya berdebar itu. Sungguh hati yang lemah, padahal di kondisi darurat begini bisa-bisanya sempat berdebar. Ingin rasanya Elhaq menenggelamkan saja dirinya dalam samudera atlantik. Terlalu malu karena hatinya yang pasaran begini, dimana-mana berdebar. Syaqila yang melihat pemuda itu masih diam dengan muka melongonya sontak tersenyum samar sembari menggeser tubuhnya agak menjauh, “duduk di sini, El.” Kata gadis itu mempersilahkan membuat Elhaq menurut saja tanpa menolak. “Om Alvaro sama Tante Azura gak nemanin kamu di rumah sakit?” Tanyanya sudah menoleh pada Syaqila yang terlihat merunduk samar, memandang jemarinya yang saling bertautan. “Aku suruh balik duluan, ma

