Pemuda jangkung itu menganggukan kepalanya sopan kepada sang guru yang baru saja keluar dari kamarnya. Karena sakit yang dideritanya membuat ia harus menjalani ujian di rumah dengan didampingi satu guru pengawas. Besok adalah hari terakhir ia mengikuti ujian. Pemuda itu masih tidak percaya kalau masa putih abu-abunya akan berlalu secepat ini. Walau ia harus melewati berbagai masalah dan juga rintangan yang membuatnya bisa bersikap dewasa dan juga bisa menemukan jati dirinya yang sebenarnya. Tangannya terulur meraih gelas besar berisi air putih di atas nakas. Lalu kemudian ia membuka salah satu laci dan mengambil dua butir pil dalam botol obatnya. Ia pun memasukan dua butir dalam mulut lalu kemudian menenggak air putihnya sampai setengah gelas. Setelah minum obat, pemuda yang tidak lain

