Wisnu merebahkan tubuhnya di atas kasur sebadannya dengan sprei motif polkadot hitam-putih itu. Pemuda itu baru saja selesai mandi dan langsung meregangkan otot-ototnya yang kaku setelah bekerja lembur semalaman. Ia tidur menyamping dengan menghela samar melihat air menetes pada rambutnya yang masih basah dan kini terserap ke dalam bantal membuat ia mau tidak mau mendudukan diri dengan menghela kasar. Padahal niatnya mau langsung istrahat, ternyata harus menunggu rambutnya kering dahulu. Ia memejamkan matanya sekilas. Lalu berdiri mendekat ke arah jendela kamarnya yang kayunya nampak usang dengan kaca jendelanya yang tertutupi debu membandel. Wisnu mengerjapkan matanya dengan masih berusaha menatap langit t*******g di atas sana. Sudut bibirnya tertarik lembut membentuk senyuman dengan te

