19. Zayn Cemburu!

992 Kata
- Kamar Alleysa, 09.00 PM - Alunan musik jazz menghiasi setiap sudut kamar yang bernuansa klasik berwarna merah muda milik Alleysa. Alleysa tampak duduk di samping ranjang dengan sebuah novel ditangan kanannya. Suara ponsel berdering "Kau dimana?" "Aku dirumah, Ada apa?" "Aku akan kesana" Zayn mematikan panggilannya sebelum Alleysa menjawabnya. Alleysa menggidikkan bahunya dan melanjutkan bacaannya yang saat ini sudah setengah lembar dari novelnya. Hanya berselang 15 menit suara motor yang Alleysa kenali mengusik indra pendengarannya. Alleysa menengok dari jendela atas kamarnya dan mendapati sosok Zayn yang sedang berada di bawah menunggunya. "Naiklah!" Alleysa berteriak dari jendela kamarnya. Zayn memarkirkan motornya dan memasuki rumah milik Alleysa. Ceklek... Zayn tersenyum menatap Alleysa yang saat ini terlihat sangat polos dan menggemaskan tanpa make up yang membalut wajah cantiknya. Alleysa mengenakan piyama berwarna merah muda dengan rambut yang sedikit berantakan. "Ada apa?" Alleysa memajukan langkahnya menuju Zayn yang berada di ambang pintu kamar miliknya. "Aku hanya ingin melihatmu" Satu kalimat yang mampu membuat wajah Alleysa memerah dan tidak bisa menyembunyikan senyuman di wajahnya. "Kau sedang menggodaku, kan?" Zayn tertawa memperlihatkan giginya yang tersusun rapi menambah ke tampanannya. "Aku tidak menggodamu Alleysa" "Kau selalu menggodaku" Alleysa mendudukkan dirinya di atas ranjang miliknya. "Benar! Aku hanya ingin melihatmu" Zayn melangkah maju dan menatap Alleysa yang sedang duduk di ranjangnya. "Okay... Sekarang kau sudah melihatku. Pulanglah... " "Kau mengusirku?" Zayn kembali menatap wajah Alleysa dengan tatapan yang membuat jantung Alleysa berdegub kencang. "Zaynn..... Berhentilah menggodaku. Jangan menatapku seperti itu" Alleysa membuang pandangannya saat ia tidak mampu menatap kedua mata Zayn. Zayn menarik senyum di bibirnya. "Kau terlihat menggemaskan sekarang Alleysa" Wajah Alleysa semakin merah membuat Zayn semakin memperlebar senyumannya. Zayn menangkup wajah Alleysa, mencium keningnya dan membisikkan sesuatu ke Telinganya. "Aku mencintaimu Alleysa" Alleysa tersipu malu. Kalimat yang tidak pernah Alleysa bayangkan akan keluar dari mulut seorang Zayn. "Waiiittt.... Apa kau datang kesini hanya untuk mengatakan itu?" Zayn menaikkan kening bagian kirinya. "So.. Bisakah Aku bersamamu ini malam?" "Haaaa??? Kau ingin menginap disini?" Alleysa tampak kaget dengan ucapan Zayn. "Yeah... Kenapa? Apa Aku tidak bisa tidur dirumahmu? Sedangkan Kau sudah tidur dirumahku. Seharusnya Aku juga bisa, kan?" Zayn kembali menggoda Alleysa dengan tatapan nakalnya. "Tapi... Ranjangku tidak sebesar milikmu. Ini sempit Zayn" "Aku lebih menyukai sesuatu yang sempit Alleysa" Alleysa menatap Zayn lalu diikuti gelak tawa dari Zayn. "Berhenti menggodaku Zayn" Alleysa menguncir rambutnya menjadi satu memperlihatkan lehernya yang mulus dan jenjang. "Shiiiiitttt!!!!" Zayn mengumpat dengan nada suara yang pelan tapi terdengar jelas di telinga Alleysa. "Kau kenapa?" "Kau yang menggodaku Alleysa!" Alleysa menyipitkan kedua matanya lalu tersenyum mengerti maksud dari ucapan Zayn. Alleysa mengalihkan topik pembicaraannya sebelum Zayn secara brutal menyerangnya lagi. "Ohyeah... Besok ulang tahun Carla. Kau datang, kan?" "Tentu saja. Datang bersamamu" Zayn membaringkan tubuhnya di ranjang Alleysa. "Heeemmm okay" Alleysa tersenyum polos di hadapan Zayn. Alleysa membaringkan tubuhnya di samping Zayn yang terlihat akan menutup kedua matanya. Zayn merasakan Alleysa yang berada disampingnya memeluknya dan mengecup puncak kepala Alleysa dengan senyuman tipis di bibirnya. Alleysa membenamkan wajahnya di d**a bidang Zayn dan menutup kedua matanya. ***** - Hyatt Regency, Sydney - Carla tampak cantik mengenakan jumpsuit berwarna silver dengan balutan syall bulu yang ia jadikan sebagai penutup dibagian lengannya. Sangat anggun dan juga elegan. Sedangkan Hito tampak tampan dengan kemeja berwarna navy-nya dengan lengan yang ia gulung naik. Carla menyapa teman-temannya yang datang di Hyatt Regency malam ini. Tersenyum manis dan bercengkrama sambil tertawa membuat Carla sangat bahagia malam ini. Sudah sejam party ulang tahun Carla berjalan, tapi ia belum melihat sahabatnya datang. Carla mencari Alleysa, menghubunginya tapi tidak Alleysa angkat. "Itu Alle!" Hito menghampiri Alleysa dan Zayn. "Kenapa kau lama sekali?" Carla khawatir kalau saja Alleysa tidak datang di acaranya malam ini. "Maafkan Aku Carl. Zayn yang terlalu lama" Alleysa menatap Zayn dan tertawa. "No! Kau yang lama Alleysa.. " Kalimat terakhir Zayn mengundang tawa dari bibir Carla, Alleysa, dan Hito. "Hi... Carla, happy birthday dear" Meghan menyapa Carla dan memberinya selamat. "Thank u baby" Carla tersenyum dan memeluk Meghan, salah satu temannya di kampus. "Hi... Al. Congrats...." Meghan tidak melanjutkan ucapannya melihat Zayn yang menatapnya dingin. Alleysa menyenggol lengan Zayn sebuah kode yang mengisyaratkan kalau Zayn harus bersikap ramah di depan teman Alleysa. Zayn menarik senyum di bibirnya secara paksa. Yeah, itu sangat lucu membuat Alleysa tertawa. Zayn menuruti permintaan Alleysa. "Aku dan Hito akan kesana" Zayn menunjuk sebuah meja yang berbentuk setengah lingkaran di sisi pojok ruangan ini. Alleysa mengiyakan sambil melanjutkan pembicaraannya bersama Carla dan Meghan. Zayn berjalan menuju meja yang berbentuk setengan lingkaran dengan kedua tangannya di dalam saku celananya. Zayn dan Hito saling berbincang, entah pembicaraan apa yang membuat mereka tertawa. Alleysa meliriknya dari kejauhan. "Hi... Happy birthday Carl" Seorang pria maskulin menyapa Carla dan memberinya selamat. "Thank u, Sammy" Carla membalasnya dengan senyuman. "Hi... Al, long time no see" Sammy memeluk Alleysa. "Oh, Hi... Sam. Long time no see" Alleysa melepas pelukkannya di ikuti Sammy yang masih menatap Alleysa dengan tatapan mengagumi. "Sudah lama sekali Aku tidak melihatmu Al" "Yeah, Kau dengan siapa kesini Sam?" Alleysa menatap sekeliling Sam yang tidak mendapati siapa-siapa. "Aku sendiri. Aku sedang berlibur bulan ini dan kebetulan Carla mengundangku" "Aku kesana sebentar.. Al, Sam" Carla meninggalkan Alleysa dan Sammy yang masih bercengkrama. Zayn mendapati Alleysa dengan Sam seorang pria yang tidak ia pernah liat sedang mengobrol dengan asyik dan juga akrab dan sesekali Alleysa tertawa. Zayn penasaran dan semakin mengamati gerak-gerik Alleysa bersama Sam. "Kau tampak cantik Al" Sammy memuji Alleysa. Alleysa sama sekali tidak melihat ke arah Zayn. "Al... Apa boleh kita berdansa?" Sammy menawarkan dirinya untuk berdansa dengan Alleysa. Alleysa tersenyum dan mengangguk. Sammy mengambil puncak tangan Alleysa dan menarik pinggangnya lalu berdansa dengan lembut di sisi bagian tengah ruangan ini. Zayn mengeram. Rahangnya mengeras dan matanya terarah pada Alleysa dan Sammy. Zayn tidak suka kalau seseorang menyentuh Alleysa. Alleysa hanya milik Zayn. Zayn semakin tidak bisa mengontrol emosinya dan berjalan menuju Alleysa dan Sammy. Sammy tersentak saat seorang pria yang terlihat kejam menarik paksa Alleysa dari tangannya. "Zaaayyynnnn...." *****
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN