Bab 38

1646 Kata

Rasa sakit ini tidak bisa dititik beratkan pada satu hal. Berbagai hal, berbagai aspek, berbagai alasan menjadi pelengkap rasa sakit ini. Berhari-hari lalu Adrian sudah diberi kode oleh Tuhan lewat keanehan yang timbul pada diri Keyla akhir-akhir ini dan kode mimpi yang berkali-kali diberikan. Dari dua alasan itu seharusnya Adrian bisa mengartikan. Ucapan-ucapan Keyla membuatnya buta. Selama bertahun-tahun dia mengenal Keyla, sifat, keinginan dan kebencian, dia sudah sadar. Namun kata-kata Keyla membuatnya menepis kebenaran. Seulas senyum menemani kesakitannya. Menjabat tangan Keyla. Wanita itu menatapnya sambil menggeleng-gelengkan kepala pelan. Mata wanita itu berkaca-kaca, tidak lama setetes air mata keluar dari mata indahnya. “Selamat Keyla!” seru Adrian. Sekarang Adrian tidak berd

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN