Bab 54

1645 Kata

Ancaman Adrian itu tidak main-main. Keyla tidak bisa mengabaikan ancaman Adrian. Di sinilah Keyla berada, di rumah impiannya bersama Adrian. Di luar dugaan yang menganggap rumah ini sudah hangus terbakar atau rusak ternyata rumah ini bersih terawat. Tanaman-tanaman hijau tumbuh segar di sisi pekarangan rumah. Sandal jepit karet warna biru pastel menapak di rerumputan. Ada jalan yang disediakan, Keyla malah memilih jalan lain yaitu menapaki rerumputan. Dilepas sandal jepitnya lalu dibiarkan telapak kakinya menyentuh rerumputan. Ujung rerumputan tersebut menggelitik kulit. Terasa menenangkan berjalan di atas rerumputan, lebih menyenangkan lagi kalau rumput ini basah. Seketika dia teringat memori beberapa tahun lalu. Saat dia dan Adrian bermain air hujan di lapangan. Menari-nari, berputar-p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN