Hidup sangat tidak bisa ditebak kemana arahnya. Hidup normal sepertinya tidak berlaku untuk orang-orang yang ditakdirkan untuk menjadi kuat di dunia. Orang yang terus-terusan diterpa masalah akan tahu bagaimana menjalani hidup dengan penuh rasa syukur.
Risa pulang ke kostan dengan perasaan campur aduk. Meski Chen sedang mabuk tapi perasaan hati Risa tidab bisa dipungkuri. Hati Risa berdebar saat ditatap oleh Chen. Risa memang selalu kagum dengan semua yang Chen lakukan. Saat pertama kali Risa melamar ke perusahaan Chen dan diwawancara langsung oleh Chen, Risa sudah bahagia. Risa menilai Chen sangat bersahaja dan penuh dengan karisma.
Risa tidak mengerti kenapa sekretaris lama Chen bisa mengundurkan diri padahal sudah lama sekali bekerja dengan Chen. Risa mendengar selentingan kabar kalau sekretaris sebelumnya korupsi uang hampir sepuluh milyar dan membocorkan data perusahaan bekerja sama dengan ayah Kessy. Risa juga tahu kalau Chen tidak membawa ke jalur hukum dan memaafkan semuanya. Chen juga tidak mencoreng muka orang berkhianat di depan umum dengan memecat, tapi justru Chen memberikan pilihan untuk mengajukan resign.
Risa sangat senang bekerja dibawah Chen. Risa diberitahu banyak hal oleh Chen. Risa sebelumnya tidak pernah membayangkan bisa dipeluk oleh Chen. Risa juga gak pernah kepikiran bisa dekat dengan Chen bahkan sangat dekat. Aroma tubuh Chen sangat wangi, seperti bayi lang baru lahir wangi Chen sangat membuat nyaman.
Risa sudah hendak tidur. Risa terlebih dahulu mengatur alarm karena harus pergi ke rumah Chen pagi sekali untuk memastikan dokumen yang ditinggalkan aman dan cek kondisi Chen. Risa masih senyum-senyum sendiri membayangkan kejadian yang tadi terjadi. “Duh gue apaan sih, pikiran gue kayanya kelelahan banget sampe-sampe otak gue penuh sama muka Pak Chen. Harusnya gue sadar diri, Pak Chen gak mungkin suka sama gue, dia meluk gue karena emang lagi mabuk aja. Jelas-jelas pacar Pak Chen jauh lebih segalanya dari gue. Tapi kenapa juga ya Pak Chen masih mau pacaran sama Kessy?”
Risa bertanya-tanya dan bicara sendiri. Kelakuan Kessy dan orang tua Kessy sudah menjadi rahasia umum di perusahaan. Banyak karyawan yang tidak suka dengan semua tingkah laku Kessy yang selalu seenaknya. Kessy bertingkah seperti big boss padahal status Kessy saja belum resmi menjadi istri Chen. Kessy sering sekali meanfaatkan status sebagai tunangan Chen untuk memanfaatkan karyawan Chen. Hampir semua karyawan Chen mengutuk Kessy.
Risa juga salah satu orang yang tertekan dengan Kessy. Kessy selalu ngacak-ngacak jadwal yang sudah Risa susun untuk Chen dengan alasan ada urusan pribadi dan lainnya.
Kessy juga selalu minta diinformasikan apa saja yang Chen lakukan seharian di kantor. Kessy juga selalu meminta Risa untuk membantu mencairkan uang ke bagian keuangan. Risa banyak sekali mendapatkan tekanan dari Kessy tapi Risa menanggapinya dengan sangat santai. Risa hanya mempedulikan Chen, jika ada waktu baru Risa mengurus apa yang Kessy minta. Risa bekerja di perusahaan Chen untuk menjadi personal asisten Chen bukan Kessy.
“Terserah ah dengan Pak Chen dan Kessy, gossip gossip mereka berdua bukan urusan gue meskipun gue sekretaris Pak Chen. Hari ini cape banget harusnya gue udah tidur tapi malah susah untuk tidur.” Risa mematikan lampu kamar dan menutup muka dengan bantal berharap bisa tidur lebih cepat.
***
Malam sudah berganti, Chen melemaskan seluruh otot tubuh. Chen meneguk satu gelas kopi yang diseduh dengan air panas. Chen melihat ke arah luar jendela. Pemandangan kota Jakarta di pagi hari masih lengang. Sekitar tiga puluh menit lagi suasana akan berubah menjadi lebih ramai. Akan banyak orang yang berlalu lalang memulai aktifitas di hari ini. Para pekerja sibuk dikejar waktu jam kantor dan para pedagang sibuk menjajakan dagagangannya.
Angkutan umum juga sudah mulai memadati jalanan kota Jakarta. Kadang ada saja cara angkutan umum membuat macet jalanan. Kebanyakan angkutan umum selalu sesuka hati parkir ditempat yang tidak seharusnya. Suasana hati Chen hari ini jauh lebih baik. Chen melihat jam dan tepat pukul tujuh pagi. Chen harus bergegas mandi dan bersiap menerima banyak orang di rumah. Chen sengaja mengundang Walda, tim hukum dan Risa untuk meeting di rumah Chen.
Chen tidak mau melakukan di kantor karena takut banyak mata-mata. Kasus yang Chen sedang jalani kasus yang cukup berat, tidak pernah ada yang bisa lolos dari incaran oknum yang ada di pemerintah. Chen beruntung dipemeriksaan pertama bisa lolos karena Chen menyangkal semua tuduhan. Tapi di pemeriksaan berikutnya Chen belum tentu lolos. Chen sudah sangat tahu bagaimana liciknya Jono.
***
Kessy baru saja bangun tidur dan pergi ke dapur untuk mengambil air minum. Kessy duduk di depan Bagas yang sedang minum segelas kopi. “Lagi ngapain sih Pah, kayanya sibuk banget bales chat.” Kessy penasaran dengan apa yang Bagas lakukan. “Ini tadi si Jono kirim bukti baru yang kamu kirimkan, katanya buktinya sudah selesai di modifikasi jadi lebih nyata dan bukti baru itu gak akan bisa meloloskan Chen dari penjara.” Bagas sangat antusias.
“Oh gitu, jadi datanya yang aku kirim sudah berhasil di edit? Bagus lah kalau gitu Pah. Aku udah gak sabar melihat Chen masuk penjara. Aku juga udah gak sabar melihat Kakek dan Neneknya nangis kejer. Aku juga udah gak sabar menguasai perusahaan Chen. Aku juga punya saham di perusahaan Chen dan cukup besar, jadi sudah pasti jika aku bisa meraih hati pemegang saham lainnya aku otomatis akan jadidirektur. Uhh… aku udah gak sabar pokonya.” Kessy kelojotan bahagia membayangkan bakal hidup bergelimangan harta.
“Kamu mungkin senang karena bisa menguasai semua perusahaan Chen, tapi Papah tahu kamu kan gak bisa kalau gak tidur sama Chen. Gimana coba?” Papah Kessy tertawa. “Dih Papah kaya hidup di jaman purba aja, Papah tenang aja. Banyak banget laki-laki yang ngejar-ngejar anak Papah. Lagian dari dulu juga aku gak pernah tuh setia sama Chen, berkali-kali aku selingkuh dan aku udah banyak nyoba milik laki-laki lain haha.” Kessy tertawa.
“Iya iya, Papah gak akan pernah melarang gaya hidup bebas kamu. Papah justru dukung semua yang bikin kamu bahagia. Kamu harus bahagia, hidup cuma sekali sayang.” Bagas bukannya marah dengan gaya hidup Kessy tapi malah menyuruh Kessy untuk menikmati apa yang Kessy mau. Bagas sama sekali bukan sosok ayah yang seperti biasanya. Bagas berjiwa muda dan sering main wanita, Bagas tidak bisa hidup tanpa gemerlap dunia. Kessy menurunkan sifat Bagas. Kessy menjadi orang yang seenaknya, tidak ada attitude dan tidak punya manner.
***
Walda, Chen dan tim hukum sudah berkumpul di ruang tengah. Risa belum juga datang. Risa bangun kesiangan karena tidak bisa tidur dengan nyenyak. Walda terus-terusan melihat jam, sudah hampir jam sembilan pagi tapi Risa belum juga datang. “Saya sudah meminta Risa untuk datang pagi membawa dokumen yang Bapak minta, saya juga barusan sudah WA tapi sepertinya Risa akan terlambat.” Walda memberitahu Chen.
Chen menunjuk ke map yang berada di meja “Tuh, dokumennya udah dikirim Risa dari malam. Dia tadi malam datang karena khawatir saya butuh lebih cepat. Sepertinya dia agak terlambat karena kelelahan pulang ngantor langsung kesini.” Chen membelas Risa. Walda melihat ke arah map yang sudah terbuka. Chen sudah mempelajari isi dokumen yang Risa bawa.
“Gini saja, kita mulai meeting pagi ini. Risa nanti saja nyusul. Lagian Risa disini cuma diperlukan untuk mencatat saja, gak begitu penting juga.” Chen memulai meeting. Walda, Hari dan Grace mengangguk setuju dengan apa yang Chen katakan.
“Jadi kemarin saya sudah menolak semua tuduhan yang dituduhkan kepada saya, bukti yang mereka punya juga tidak ada yang akurat keculai keterangan saksi. Saksi juga tidak bisa emberikan bukti bahwa sayang yang nyuruh mereka mengantarkan uang. Jadi semuanya cukup membuat posisi saya aman. Tapi kita semua tahu sekali karakter Jono, dia gak akan melepaskan saya. Dia pasti akan mencari bukti yang bisa memberatkan saya.” Chen memulai pembicaraan.
“Iya Pak, kemarin Hari dan Grace sudah konfrimasi ke kantor Polisi bahwa posisi Bapak saat ini masih aman. Tapi kita tetap saja harus waspada, Jono tidak akan membuat Bapak lolos dengan mudah.” Walda mengiyakan apa yang Chen katakan sebelumnya.
“Jadi gimana kerja sama kita dengan tim dari Hotmin?” Chen sengaja meminta bantuan Hotmin untuk menjadi kuasa hukum karena tidak mau kalah dalam persidangan nanti jika Chen harus bersaksi di pengadilan.
“Sudah saya urus Pak dan kebetulan Hotmin menyetujui kerja sama kita. Jadi sejauh ini kita unggul pak.” Grace menjawab apa yang Chen katakan. Belum obrolan selesai bel rumah Chen berbunyi. Chen membuka pintu dan Risa terlihat berantakan. Risa sepertinya terburu-buru, Risa bahkan tidak memakai riasan sama sekali.
Risa sudah bergabung di ruangan tengah “Sebelumnya saya minta maaf karena datang terlambat, saya padahal udah pasang alarm tapi masih kesiangan hee..” Risa meminta maaf dan sangat malu dengan kelakuan sendiri.
Hari mendapatkan pesan dari orang kantor. Hari klik pesan yang diberikan. Hari kaget melihat berita yang beredar. “Maaf Pak, bisa tolong nyalakan televisinya? Ada berita terbaru tentang Bapak.” Chen langsung menyalakan Tv.
Chen sangat kaget dan heran karena pihak kepolisian menetapkan Chen sebagai tersangka korupsi sepuluh milyar. Korupsi dana public. Polisi mengklime sudah punya banyak bukti yang akurat. Chen dan Walda saling menatap tidak percaya dengan semua berita yang beredar.