RESMI JADI TERSANGKA

1665 Kata
Ada pepatah hukum di Negara ini selalu condong ke atas dan landau ke bawah. Pada kenyataannya orang yang berada di atas ketika tidak bisa mengikuti permainan yang berkuasa maka tetap saja tidak akan mendapatkan perlakuan yang istimewa. Chen dan Risa sangat canggung ketika berhadapan. Chen canggung ketika melihat apa yang sudah Chen lakukan kepada Risa di CCTV. Sementara itu Risa canggung karena Risa sudah menyimpan perasaan untuk Chen. Walda bisa melihat ada sesuatu yang terjadi diantara Chen dan Risa. Walda hanya tersenyum melihat tingkah laku Chen dan Risa yang sama-sama tidak mau saling menatap. Setelah Risa bergabung dalam meeting semua menjadi lengkap. Risa mencatat semua yang Chen dan Walda perintahkan. Risa juga ikut memeriksa data yang semalam Risa berikan kepada Chen. Tidak ada yang janggal dari laporan proyek dengan pemerintah. Chen sangat ketat dengan anggaran, tidak mungkin ada bukti yang bisa menyudutkan Chen karena memang Chen tidak melakukan pelanggaran. “Semuanya sudah beres dan tidak ada pelanggaran yang saya buat, jadi seharusnya mereka tidak pernah menemukan buktiyang mengharuskan saya masuk ke penjara. Saya tidak melakukan kecurangan apapun apalagi korupsi uang 10 M. uang 10 M terlalu sedikit untuk saya ambil.” Chen menutup dokumen yang terakhir di periksa dan merasa lega karena tidak akan ada celah yang menjadikan Chen terdakwa. Walda juga merasa lega, semua orang yang kumpul di ruangan Chen merasa lega. Chen menyenderkan diri ke sofa dan duduk lebih santai. “Saya sangat yakin kalau Pak Chen tidak akan melakukan korupsi, lagian uang 10 M bagi Pak Chen tidak ada artinya, bahkan saya tahu aset Pak Chen berapa. Jadi mereka memang benar-benar ingin menjebloskan Pak Chen ke penjara dengan berbagai cara. Orang-orang seperti mereka tentu saja harus mendapatkan karma buruk.” Walda terlihat kesal. Risa hanya diam saja dan sesekali melempar senyum ke arah Chen. Thanks Risa, tadi malam udah ngurus gue ya. Lo gak risih meskipun harus buang dan bersihin bekas muntah gue. Mungkin nanti setelah bubar gue bakal ngucapin makasih buat lo ya. Chen berbicara dalam hati. Chen melihat HP dan Kessy belum juga mengirim pesan. Chen tahu bahwa Kessy yang mencuri semua data dan memasang alat transfer data di tab Chen, tapi hati Chen tetap saja belum sepenuhnya bisa melupakan Kessy. Chen masih sangat merindukan Kessy. Chen sudah melihat HP maka semua orang yang berada di ruangan juga ikut memeriksa Hp. HP Hari sedari tadi bunyi terus, ternyata HP hari ramai dan tidak berhenti bunyi karena banyak orang-orang yang mengirimkan link berita tentang Chen yang sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka. Orang yang berada di ruangan rapat masih belum menyadari apa yang sedang terjadi. “Pak Maaf, bisa kita cek berita sebentar. Ada berita terbaru tentang Bapak.” Muka Hari terlihat sangat panik dan gelisah. Semua orang yang berada di ruangan menjadi panik dan gelisah. Chen menyalakan TV, hampir semua lini berita utama diisi oleh pernyataan Jono yang menemukan bukti bahwa Chen sudah melakukan korupsi dengan jumlah yang sangat banyak. Betuls, Chen Hartanto sudah terbukti melakukan korupsi untuk pembangunan area public dengan total jumlah yang sangat fantastic. Sekitar 15 M. Semua bukti sudah terkumpul dan kami juga sudah memberikan surat penangkapan untuk Bapak Chen ke kantornya. Kami menghimbau kalau Bapak Chen tidak menyerahkan diri dalam waktu 24 Jam maka akan kami jemput paksa. Pernyataan Jono di TV. Chen mematikan TV dan saling menatap dengan Walda. Suasana di ruangan menjadi sangat muram. “Walda siapkan tim hukum dan cari tahu apa bukti yang mereka dapat.” Chen memberikan perintah. “Baik Pak, akan segera saya cari tahi.” “Kalian bisa kembali ke kantor dan tolong urus semuanya, kecuali Risa. Kamu tetap disini.” Chen memerintahkan semua orang untuk kembali ke Kantor. Walda dan dua rekan segera bergegas kembali ke kantor dan menyiapkan tim hukum untuk Chen yang akan mendampingi Chen saat penyidikan. Setelah Walda dan dua orang kembali ke kantor, hanya ada Risa dan Chen di dalam ruangan. Risa duduk di hadapan Chen, Chen terlihat sangat kalut. Chen tahu kali ini Jono tidak akan membiarkan Chen lepas. Ini kasus hukum pertama yang menjerat Chen. Jelas Chen sangat panik. Biasanya Chen menjadi penuntut tapi kali ini resmi menjadi tersangka dan menuju terdakwa. Risa bingung apa yang harus dilakukan. Tanpa disadari Risa berjalan ke arah Chen yang sedang duduk tertunduk dengan memegang kepala dengan kedua tangannya. Risa merasa tidak tega melihat Chen yang sangat rapuh. Risa bisa paham apa yang saat ini Chen rasakan. Chen tidak lemah, Chen sangat kuat hanya saja Chen butuh orang untuk bersandar. Chen butuh seseorang untuk berbagi kesedihan dan mencurhakan semua rasa sedihnya. Risa duduk di samping Chen dengan posisi kaki berada di sofa. Risa mendekap tubuh Chen dengan sangat erat. Risa memberikan kehangatan dan kekuatan untuk Chen. Chen kaget ketika Risa memeluk Chen, awalnya Chen ingin berontak dan melepaskan pelukan Risa. Tapi pelukan Risa bisa membuat Chen sangat nyaman. Pelukan Risa seperti pelukan seorang Ibu. Chen menikmati pelukan Risa. Chen menyenderkan kepala di d**a Risa dan tanpa terasa Chen berderai air mata. Baru kali ini Chen menangis, bahkan setelah orang tua Chen meninggal Chen selalu dididik untuk menjadi kuat. Semua orang yang ada di sekeliling Chen selalu bilang Chen kuat sehingga tidak ada waktu untuk Chen menjadi rapuh, lemah dan meneteskan air mata. Chen merasakan kesedihan bukan karena kasus hukum yang menimpa Chen. tapi Chen berderai air mata karena merasa ada orang yang peduli dan bisa memberikan pelukan hangat untuk Chen. “Tidak apa-apa menangis, menangis saja kemudian setelah itu bangkit dan tetap menjadi kuat.” Risa membisikan kata-kata penyemangat untuk Chen. Risa seperti sedang menenangkan anak kecil yang mainannya direbut. Risa menepuk punggung Chen dengan halus untuk membuat Chen lebih tenang. Chen sudah jauh lebih tenang. Risa melepaskan pelukan dari Chen. Risa duduk di samping Chen. Risa memberikan tisu untuk Chen. Chen terlihat sangat malu “Terima kasih Risa!” Hanya itu yang bisa Chen katakan. Risa mengangguk pelan “Sama-sama Pak.” Risa juga sangat salah tingkah, Risa tidak mengerti apa yang baru saja Risa lakukan. Semua Risa lakukan dibawah kesadaran Risa. Chen menatap Risa yang terlihat malu dan salah tingkah. Chen memegang tangan Risa. Risa sangat kaget dengan apa yang Chen lakukan. “Terima kasih Risa, terima kasih untuk rasa nyaman dan tenang yang kamu berikan. Setidaknya aku jauh lebih nyaman dengan situasi yang sekarang.” Chen masih memegang erat tangan Risa. Risa menggeser duduk menjadi mengarah ke Chen. Risa tersenyum ke arah Chen. “Sama-sama Pak, semua pasti akan baik-baik saja. Aku percaya Bapak ditakdirkan untuk bahagia, orang yang ditakdirkan untuk bahagia biasanya akan diuji kelayakan dengan diberikan masalah terlebih dahulu.” Risa tersenyum. Kok gue baru sadar kalau senyuman Risa manis banget. Risa juga sangat cantik, lebih cantik dari Kessy. Risa sangat natural dan lembut. Seharusnya wanita seperti Risa yang gue jadikan istri, bukan Kessy. Tapi Kessy juga tidak selamanya jelek, ada kalanya dia menjadi cantik dan memuaskan. Diatas ranjang Kessy begitu cantik. Duh, lagi kaya gini pikiran gue melayang kemana nih. Chen berpikir dan bicara dalam hati saat menatap Risa. Risa tidak kuasa ditatap oleh Chen. Muka Risa mendekat ke arah Chen. Risa memberanikan diri memberikan kecupan mesra di bibir Chen. Setelah memberikan kecupan mesra, Risa menarik muka dan mata tertunduk. Chen masih kaget dan tidak mengerti dengan apa yang Risa lakukan. Seketika pikiran Chen kosong. Chen menahan Risa untuk membantu Chen menyiapkan beberapa pakaian yang akan dibawa selama penyidikan dan juga obat-obatan pribadi Chen. Tapi Chen tidak menyangka terselip adegan yang romantic ditengah adegan yang dramatis. Risa sangat malu, Risa hendak menjauh dari Chen tapi Chen keburu sadar kalau Risa akan menjauh. Chen menahan tangan Risa dan membuat Risa kembali mendekat. Chen menatap Risa sangat lekat sementara Risa hanya menunduk. Chen mengangkat wajah Risa, Chen mendekatkan diri kepada Risa. Chen melumat bibir kecil Risa dengan penuh gairah dan emosi. Risa tidak bisa menahan sergapan Chen, Risa memberikan perlawanan. Risa memejamkan mata tapi Chen tidak. Chen sengaja tidak memejamkan mata, Chen ingin melihat ekpresi Risa. Risa sangat menikmati, Risa bisa menyesuaikan semua yang Chen lakukan. Setelah memastikan ekpresi Risa yang sangat menikmati Chen menutup mata. Tangan Chen mulai berlayar kesana kemari. Risa tidak bisa menahan desahan. Chen sangat ahli dalam menaklukan wanita diatas ranjang. Satu-satunya alasan Kessy tidak bisa meninggalkan Chen meski sudah tidak cinta adalah karena Chen sangat ahli membuat Kessy puas di ranjang. Chen hampir saja membuat Risa tanpa busana. Chen melihat Risa sudah berantakan. Kancing kemeja Risa sudah terbuka, Risa terlihat memakai dalaman berwarna biru muda. Warna yang sangat tenang. Chen melihat sesuatu yang mencuat dari sana. Chen tidak menyia-nyiakan semuanya, Chen ingin melampiasakan emosi yang saat ini ada kepada Risa. Sementara Risa sudah tidak berdaya berada di bawah Chen. Risa hanya pasarah. Chen melakukan semuanya, membuat Risa semakin tidak karuan. Saat akan menuju ke bagian bawah, HP Chen berbunyi. Semua yang terjadi menjadi buyar. Bunyi HP Chen sangat keras, mengagetkan Risa dan juga Chen. Chen masih berada di atas Risa dan tangan kanan Chen masih menikmati bagian atas Risa tapi tangan kiri Chen mengambil HP yang berada di Meja. Telpon dari Walda. Chen langsung bangun dan membiarkan Risa begitu saja. Risa juga ikut duduk, Risa merapihkan diri dan menutup kembali kancing kemeja yang sudah Chen buka sangat lebar. Hallo Pak, saya mau memberikan info kalau tim kuasa hukum Bapak sudah siap untuk mendampingi Bapak. Polisi sudah memberikan himbauan untuk Bapak menyerahkan diri dalam waktu 24 jam, jadi kapan rencananya Bapak akan ke kantor Polisi? Walda memberikan informasi kepada Chen. Chen melihat ke arah Risa, Risa sudah jauh lebih rapih. Saya sedang menyuruh Risa menyiapkan barang-barang pribadi saya. Beberapa baju, alat mandi dan obat-obatan pribadi. Sore kita ke kantor polisi. Secara tidak langsung Chen memberikan perintah untuk Risa. Risa mengerti dengan apa yang Chen katakan tapi Risa tidak tahu harus bagaimana. Risa baru dua kali ke rumah Chen, tadi malam dan sekarang. Risa tidak tahu kamar Chen yang mana. Chen menunjuk ke arah pintu. Risa mengerti dengan kode yang Chen lakukan[m1] . Risa menuju ke arah pintu yang Chen maksud. Ketika membuka pintu ternyata yang ada di balik pintu tersebut adalah kamar Chen. Risa masuk dengan perlahan.    [m1]
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN