Apapun yang dimulai dengan kebaikan akan berakhir dengan kebaikan meskipun kebaikan itu ada dua versi. Gagal untuk menjadi lebih baik dan berhasil untuk yang terbaik. Keduanya sama-sama baik jika sudut pandang yang ditanam tentang pikiran yang positif. Gantar, Mongil, Ikhlas dan Odoy berdiri ditengah-tengah ruangan dan bersiap untuk menentukan dengan siapa akan tidur. “Pokonya gue masu sama siapapun asal jangan sama si Mongil, gue ngeri nanti malem-malem ada yang nyodok.” Gantar tidak mau tidur satu kamar dengan Mongil. “Eh, udah berapa kali gue bilang kalau gue gak demen laki. Gue udah terbukti perkasa, gue punya anak cewe udah gede. Justru gue ragu kalau ternyata lo yang demen laki.” Mongil membalikan perkataan Gantar. “Ih, enak aja. Gue perjaka ting ting. Gue masih suka cewe, khayalan

