Bab 44 "Lahirnya nyawa baru di dunia akan membuatmu tahu makna mempertahankan apa yang telah diperjuangkan." *** Sembilan bulan berlalu, Amberella merasakan perut yang sudah membesarnya terasa sakit. Sultan Murat yang kebetulan tidur dengannya mengetahui rasa tak nyaman yang Amberella rasakan. "Sayang, kau kenapa?" "Sakit… Sepertinya. Aww… " Sultan Murat lantas terbangun, kemudian menyuruh pengawal untuk mencarikan tabib. Menjelang mentari hadir di ufuk timur, suara teriakan bayi menggema. Ada perasaan yang luar biasa Sultan Murat rasa, kebahagian terpancar. Tabib itu keluar, memberikan bayi yang belum diketahui jenis kelaminnya. "Yang mulia selamat, putri pertamamu." Meski bahagia yang dirasa tapi ada perasaan naas menghantam sedikit rasa harunya. Dia memba

