15.

622 Kata

"Drama?" ulang Anara, ia menghempaskan tangan Zain ketika sudah sampai di depan pintu ruang Osis. Telunjuk nya mulai mengarah kewajah Zain penuh emosi. " Drama lo bilang? Lo mikir ga sih Zain ? Gue ngelakuin ini semua buat lo. Gue udah berusaha belajar fisika dan sampe dapet juara umum itu semua karna lo! Lo yang pernah janji bakal jadian sama gue kal-----" " Stop berharap gue bakal jadi pacar lo!" potong Zain cepat, jari telunjuk Anara mulai turun serta mata nya yang mulai berkaca-kaca. Ia malu karna beberapa anggota Osis yang menonton pertengkaran mereka secara live di ruang osis itu. Kalo aja ni suasana gak panas-panas amat, gue hujat lo pada! - batin Anara "sikap lo udah ngelewatin batas Anara. Stop buat keributan karena lo bukan siapa-siapa gue! Orang-orang berhak naruh perasa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN