Rasa nyaman itu datang dari sikap mu, bukan omong kosong mu. ----------- "Anara?! Lo habis dari mana aja?! Tau gak pak adi nanyain lo tadi" anara meringis kala suara cempreng Arinda yang masuk ke telingga nya secara mendadak. "Rinda, bacot lu jaga. Anara syok denger nya" peringat Adinda sang kembaran Arinda yang bagus nya lebih pendiam dari Arinda. "Eh soory....ehe jadi nar,gimana?!" Anara mendengus pelan kemudian terduduk di meja nya. "tadi telat terus di marahin sama panda---" "Panda??? Siapa lagi tu panda?" potong rinda cepat. "gue tebak pasti zain?" tebak Dinda dan di anguki anara. "Iya, umm tadi gue berangkat sama vano soalnya. Terus--ahh panjang ceritanya gue males and privasi lagian author males ngetik ulang" jelas anara kemudian menengelamkam wajah nya di lipatan tang

