13.

722 Kata

"Givano..." lirih anara pelan. Cowo dengan bandana biru itu mulai menatap tajam anara yang mencoba berdiri. Dengan cekatan givano mulai mengendong tubuh anara ala bridal style masuk kedalam sekolah. Beruntung sekolah telah sepi sebab jam pertama sudah di langsungkan sejak 30 menit yang lalu dan hanya menyisakan beberapa osis yang mengurus surat sanksi bagi siswa yang terlambat atau membolos. Disana, dari kejauhan zain menatap anara yang di gendong oleh salah satu murid yang di benci zain sebab selalu merepotkan ketua osis itu mengurus hukuman untuk nya. "givano alexander reegan" gumam zain dengan nada tidak suka. Kedua tangan nya terkepal kuat di sisi tubuh nya melihat anara melingkarkan tangan nya ke leher givano. Sial! Tunggu hukuman mu anara! Sedangkan anara hanya mampu meringis

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN