Seorang gadis berseragam SMA tengah berdiri di depan kontrakan yang ia tempati setelah insiden dimana rumah nya disita oleh bank karena ayah nya terlilit hutang. Senyum hangat selalu ia terbitkan dikala orang-orang yang ia kenal lewat di hadapan nya. "Mari bu... " sapa Lyra ramah, setelah berjualan nasi uduk pagi-pagi tadi Lyra langsung menunggu Zain yang kata nya ingin menjemput nya sekolah. Bertanya soal ayah nya? Ayah Lyra menjadi buronan polisi sebab hutang nya yang meraja rela. Sedangkan ibunda Lyra Sudah meninggal, Adik Lyra sakit-sakitan di rumah nenek nya. Ia meringis ngeri mendapatkan alur hidup sekejam ini. Untuk bersekolah pun Lyra bersyukur sebab pihak sekolah memberikan biaya siswa kepada nya. Tin Tin Suara tlakson motor membuat lamuan Lyra buyar. Ia menatap Zain yan

