"Gue maafin tapi... Gue gak bisa sama lo lagi!" Deg Mata indah milik Zain berkaca-kaca, gemuruh angin yang menyapu rambut cowo itu seakan tau sakit nya hati cowo itu. Sedikit alay mungkin, namun cowo juga punya hati. "Nar.... " pangil nya pelan, Anara membuang muka ke arah lain. "Gue nanti bilang Mama sama papa lo kalau...." ada jeda sebentar, Anara meneguk kasar slivar nya. "Kita gak cocok" Bagai tersambar petir Zain tidak bisa menerima tiap bait kata yang Anara ucapkan. Zain menunduk dalam tangan nya berusaha mengengam talapak tangan dingin milik Anara. "Kasih gue satu kesempatan sayang..." "Gu–gue belum siap pisah sama lo plish... " Anara mengeleng lemah. " gue tau... Lo cinta sama Lyra. Gue lepasin lo Zain... Gue Rela'in lo... " "gak sayang gue mohon jangan Anara" "Anara

