"gue ga butuh izin lo! " Setelah mengatakan itu anara mulai mengambil ancang-ancangan ingin pergi sebelum tangan kiri nya di cengkram oleh zain. "lepas zain!" "gue ga izinin anara" ujar zain dengan nada pelan, cowok itu sedang menormalkan emosi nya agar anara tak terluka. "Tapi gue gak butuh izin dari cowo b******k kayak lo! Emang ya lyra itu harusnya gak gue tolongin pas di bully waktu itu! Cewe sok polos itu sama aja kayak jalang!!! " "ANARA!!! " "Kenapa?! Lo ga terima gue hina tu cewe hah?! Lo mau jemput dia kan besok?! Gue bukan apa-apa kan!!! Gue benci! Benci sama lo zain!!! Sama gue lo kasar tapi ngomong sama tu cewe lo pakek perasaaan, MAU LO APA b*****t?! KITA PISAH MAU HAH?! " "ANARA!!! " Givano diam, ia hanya mampu menarik tangan anara dan memberi isyarat agar zain mel

