Azizah terduduk di kasurnya. Di kamar, hanya ada dia sendirian. Teman-temannya yang lain sedang sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Azizah lebih memilih untuk menyendiri. Azizah terus memikirkan acara santunan anak yatim yang akan segera diselenggarakan. Seketika Azizah semakin teringat dengan mendiang ayahnya. Azizah beranjak menuju lemari kecil miliknya. Mengambil selembar foto yang terletak di bawah tumpukan baju. Foto itu satu-satunya kenangan yang Azizah miliki bersama sang ayah. Azizah tidak pernah tahu jika ayahnya akan meninggalkannya secepat ini. Orang yang paling dekat dengan Azizah hanyalah ayah. Seseorang yang selalu ada untuknya, seseorang yang selalu menjadi pahlawannya, seseorang yang akan selalu khawatir ketika Azizah terjatuh dari sepeda. "Ayah." guman Azizah ya

