Langkah kaki Maryam terhenti ketika mendapati Humaira tengah mengangkupkan wajahnya di atas meja. Kedua bahu Humaira naik-turun dan bergetar. Perlahan, Maryam berjalan mendekat ke arah Humaira dan duduk di kursi sebelahnya. Namun, Humaira belum menyadari kedatangan Maryam yang kini sudah duduk di sampingnya. Humaira masih terisak, menahan suaranya agar tidak terdengar oleh siapa pun. Hatinya hancur berkeping-keping. Humaira bahkan tak lagi memiliki semangat untuk melanjutkan hidup. Orang-orang yang begitu menjadi support system-nya kini sudah berhasil mematahkan hati Humaira. Beberapa saat Maryam hanya memandang Humaira yang masih terisak di atas meja. Menangkupkan wajahnya agar tidak terlihat. Helaan napas keluar dari mulut Maryam. Dia tahu apa yang terjadi setelah Humaira mengatakannya

