“Kamera, Roll! Action!” Kebisingan berhenti, ketika Sutradara berseru untuk memulai lagi shooting. Dari kejauhan Didi mengamati setiap adegan yang Biren perankan. Rasanya tidak menyangka kalau aktor yang sedang ditontonnya ini sudah resmi mempersuntingnya. Bagaimana Didi tidak terkesima melihat setiap angle dari sisi tubuh Biren yang sempurna. Wajahnya selalu tampan meski sedang memainkan mimik marah atau gusar. Didi pun mengelus pohon tempat ia bersandar, menggigit bibir bawahnya. Andaikan saja ... Memeluk Biren lebih mudah dari pada memeluk pohon besar di hadapan. Tak lama berselang, pemeran utama wanita datang. Bak dewi turun dari kayangan, kulitnya putih seputih tisue, bulu matanya lentik seperti boneka barbie, bibirnya merekah serupa kelopak bunga, rambutnya halus bagaikan

