Maafkan Aku

1367 Kata

“Jangan nangis terus Sasya. Gak baik buat kehamilan lo.” Lebih dari setengah jam Raya menemaniku duduk termenung di balkon rumah. Ada rasa sakit setiap kali mengingat kejadian itu. Belum lagi sejak pagi Jun Hee tidak menghubungiku sama sekali. Satu pesan pun tidak aku terima darinya. Apa Jun Hee tidak peduli lagi denganku? “Lo istirahat dulu, ya, gue buatin makanan buat lo.” Raya menggiringku ke kamarnya. Mataku terasa bengkak usai menagis. Kutatap perut datar yang kini sudah berpenghuni. Aku tidak boleh tertekan, bagaimana pun juga aku tidak lagi sendiri. Ada nyawa yang sedang berkembang di dalam perutku. Pikiranku kosong, kedua tanganku tidak henti mengusap perut datarku, ada rasa tenang saat aku melakukannya. Pintu kamar terbuka, Raya kembali membawa makanan. Bau harum amasakannya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN