Bagaikan gelas yang jatuh hancur berkeping-keping seperti itu gambaran yang tepat untuk saat ini. Kegelisahan mulai merajai saat mobil mulai melaju. Raya menatapku ketika mobil berhenti di lampu merah. Kendaraan bising silih berganti membunyikan klakson saat lampu menyala kuning. Rasanya jarak rumah Raya dengan apartemen sangat jauh. “Sabar, Sas. Jun Hee pasti baik-baik saja.” Raya mengusap tanganku, menggenggamnya erat untuk menguatkan. Ada rasa tenang yang menjalar namun rasa khawatir itu masih mendominasi. “Kalau terjadi sesuatu pada Jun Hee aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri.” Raya membelokkan mobilnya ke parkir apartemen. Setelah bertempur dengan waktu dan macetnya jalan ibu kota kini aku bisa bernapas lega. Setidaknya tinggal lima lantai yang perlu aku lewati untuk sampai di

