7 bulan kemudian “Ahh… lebih kencang lagi jangan hanya merabanya, sayang,” racau Jun Hee dengan mata terpejam. Tubuh atasnya sudah polos tanpa sehelai benang, Jun Hee terlentang di atas tempat tidur dengan kaki terbuka. “Ahh, iya di sana, kau pintar sekali,” ujarnya saat aku mengurut kakinya yang pegal. Kuoleskan minyak kayu putih untuk menghangatkan telapak kakinya. “Sudah, mau dipijit lagi?” Jun Hee duduk di atas tempat tidur kemudian bergeser memberikan tempat untukku berbaring menyamping. Dia membantuku untuk tidur dengan nyaman. Perutku yang sudah besar sedikit menyulitkanku beraktivitas. Waktu melahirkan sudah semakin dekat, prediksi dokter mungkin satu minggu lagi. “Sekarang giliranmu.” Jun Hee menuangkan minyak kayu putih ke telapak tangannya sebelum membalurkannya di kakik
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


