Pernikahan

1494 Kata

Warning. Untuk 18+ * * Hari paling membahagiakan dalam hidupku adalah ketika seorang pria menyematkan cincin di jari manis. Mengucapkan janji suci sehidup semati di depan Tuhan dan orang-orang sebagai bukti kesetiaan cinta. Ini pertama kalinya keluarga dari ayah dan ibuku berkumpul bersama. Ucapan selamat silih berganti mereka katakan dengan penuh suka cita. “Hiks, hiks akhirnya teman gue batal jadi perawan tua,” ujar Raya sambil memelukku. Aku tidak tahu harus bersyukur atau tidak memiliki teman seperti Raya. Tapi disaat aku membutuhkannya dia selalu ada. Anggap saja aku beruntung. “Sudah nangisnya?” “Sudah. Jadinya mata gue bengkak ada alasan.” Raya membuka kaca mata hitam yang dikenakannya sejak tadi. Matanya memerah dan sedikit bengkak. Apa yang terjadi dengannya? Tidak mungkin d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN