Setelah mengantar kedua mertuaku ke bandara, kini Jun Hee mengantarku ke kantor. Pria itu sepertinya buru-buru karena ada meeting satu jam lagi. “Hubungi aku di jam makan siang,” ujar Jun Hee. Aku mengiyakan ucapannya. Satu kecupan mendarat di keningku sebelum Jun Hee masuk ke dalam mobil dan melesat pergi. Raya menyeret tanganku saat tiba di kantor. Aku tidak tahu apa yang akan ingin dia sampaikan. Tapi sepertinya serius. “Kemarin gue lupa kenalin lo sama seseorang.” “Siapa?” Raya memanggil seorang pria berpakaian coklat khas seragam OB. Kira-kira usia pria itu 45 tahunan lebih. Tubuhnya kurus namun ia terlihat sehat dan bugar. “Ini orang yang gue mau kenalin ke lo. OB baru.” Raya beralih menatap pria itu. “Pak kenalan dulu sama bos saya,” kata Raya. Aku tersenyum ramah begitu juga

