Pria yang diam di samping pohon kelapa kecil dan menyandarkan tubuhnya itu menatap sepasang kekasih yang mulai menaiki boat tanpa melihat ke arah belakang, ia tetap mengamati sepasang kekasih itu terlebih pada gadis yang sedari tadi merunduk tak tersenyum. Pria itu merasa hatinya mulai merembes sebab air mata yang di tahannya keluar dari pelupuk mata yang kini malah membasahi hatinya dan membuatnya sesak. Kepedihan melihat wanita yang di cintai pergi memang tak sesakit keluarga yang awalnya menolak kepercayaannya. Tapi rasa rasanya sakit ini justru lebih mengerikan dan menyayang sebab ia tak tau bagaimana melampiaskan kecuali meminta permohonan maaf pada yang kuasa untuk dosanya mencintai wanita yang telah beristri. Abraham menghembuskan nafasnya berat sambil memijat pelipisnya, jiwa da

