Bab 48

510 Kata

Chapter 48 ** ** Setelah itu, aku baru memahami. Jika Allah tidak akan pernah salah, tapi hati kitalah yang kotor dan sempit memahami hal yang Allah ciptakan indah. Aku memahami jika saja saat itu aku menyerah lebih awal, maka aku yakin Allah tidak akan pertemukan kami. Tapi karena aku berdoá dan memohon kepada Allah agar aku segera menemukannya untuk menikahinya dan Allah kabulkan. Ternyata setelah aku simpulkan, Allah ingin aku menguci kekuatakn cintaku dan kesetiaanku. Tapi nyatanya, sampai hari ini cintaku tetap sama. Aisya adalah wanita yang pertama dan terakhir aku cintai. Ia senantiasa ada dalam diriku sekalipun aku tertidur. Dia ada dalam jiwaku, sekalipun kami berada dalam jarak ribuan mil. Aku tersenyum mengingat semua perjuangan menemukan Aisya sebelum akhirnya kami berte

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN