Chapter 18 ** ** "Hikss, bukan. Ini bukan menangis," ujar Syadza membela diri sembari menerima dekapan Syauqi dan balik mendekapnya erat. "Terus apa?" "Ini sedih, sedih aja. Sya juga ngga tau kenapa," "Ck, dasar" kekeh Syauqi. Syauqi melepas dekapan kekasihnya tapi tidak mau terlepas, maka dengan senang hati ia berjalan ke arah kamar Syadza dengan kondisi Syadza memeluknya. "Sudah bersiap?" tanya Syauqi. Syadza tampak bingung dan tidak mau menjawab. "Kalo belum nanti Mas bantu kamu bersiap," kata Syauqi lagi. Langkah mereka perlahan menaiki anak tangga. Dan saat suasana seperti ini menjadi hal penting bagi Syauqi. "Dulu, Umi Abi selalu mengatakan. Jika kita hendak melepaskan seseorang, ingatlah awal mengapa kita ingin mendapatkannya, itulah bukti cinta," "Dunia ini meman

